Mengenal Pola Candlestick Akurat Untuk Trading Forex dan Saham

Pola Candlestick berikut akan membantu sistem perdagangan Anda meningkat. Perdagangan valas dan perdagangan saham adalah dua hal yang berbeda meskipun keduanya berada di bawah payung pasar keuangan. Menurut sumber broker forex terbaik faktanya adalah meskipun berbeda, ada banyak trader forex yang menjadi trader saham dan sebaliknya.

Faktanya, banyak juga trader forex yang juga merupakan trader saham. Apakah Anda salah satunya? Nah, siapapun Anda, apakah Anda seorang trader forex atau trader saham, mari kita berkumpul dan belajar tentang pola candlestick yang tepat untuk forex dan perdagangan saham.

Entahlah, Anda tidak suka, Anda tidak tahu pola candle tersebut, sehingga Anda akan kesulitan untuk mendapatkan profit di forex dan perdagangan saham. Nah, candlestick sendiri adalah nama metode grafik Jepang kuno yang tidak diragukan lagi akurasinya. Candlestick sendiri merupakan grafik yang terdiri dari body (body) dan shadow (tail). Saat menganalisis candle, Anda memerlukan data tentang harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan.

Pada dasarnya candlestick ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar tekanan yang diberikan oleh penjual dan pembeli hingga anda mengetahui pihak mana yang menang dan kemana harga akan bergerak.

Pada dasarnya saat ini ada beberapa jenis pola candle yang bisa Anda temukan mulai dari Common Doji, Long Feet Doji, Gravestone Doji, Dragonfly Doji, Hangingman, Hammer, Engulfing Bullish, Engulfing Bearish, Dark Cloud Cover, Piercing, Evening Star, Morning Star, Star Shooting, Inverted Hammer, Harami, Marubozu, High Wave, Rotating Top, Three Black Crows, Three White Soldiers Riding with Clamps. Setiap model candlestick yang bisa Anda gunakan terdiri dari 5 candle. Mengikuti analisis teknis sistematis, setiap pola candle memiliki tingkat akurasi yang berbeda.

Pola menelan bullish

Model kandil paling awal yang akurat adalah Bullish Engulfing, di mana kata hit di sini berarti pelukan. Jika Anda perhatikan kandil terakhir pada gambar ini, posisinya menutupi kandil sebelumnya. istilah merangkul di sini sebenarnya adalah situasi di mana kandil dari tubuh pertama berada di antara tubuh kandil kedua (abaikan bayangan yang muncul pada kandil pertama).

Pola garis menusuk

Piercing Line sendiri memiliki arti piercing dimana candlestick kedua menembus candlestick pertama. Sejumlah syarat harus dipenuhi agar pola Piercing Line yang ideal terjadi pada downtrend yang lebih rendah, candle 1 dan 2 berbadan panjang, candle 1 harus hitam menunjukkan harga jatuh, dan candle 2 harus putih (harga naik) dan seterusnya. di.

Pola Bintang Kejora dan Pola Bintang Kejora (Doji)

Kedua pola ini memiliki kesamaan karena membentuk bintang kecil yang muncul setelah peristiwa bearish (mengacu pada candle bearish) dan dengan demikian, bintang kecil ini menciptakan suasana cerah (candle putih atau bullish). Pola ini idealnya terjadi dalam tren turun dimana warna candle pertama harus hitam (harga turun), warna 2 candle gratis (lebih valid jika putih) dan candle ke-3 putih (harga naik) .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *