Joko Anwar: Film Gundala Kurangnya kekerasan

Hasil gambar untuk film gundala

Direktur Joko Anwar mengatakan pahlawan bioskop Gundala tidak memiliki kekerasan. “Kekerasan dalam film ini minimal,” kata Joko ketika dia bertemu Sabtu (15/6/2016) di acara Meet & Gundala Gundala di Atrium Mall Taman Anggrek di Jakarta Barat. Kurangnya kekerasan dalam film dibuat untuk memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh Skenario Film dan BumiLangit Studios. Di mana perusahaan produksi ingin film tersebut dimasukkan dalam klasifikasi penonton di atas 13 tahun. “Karena usia 13 tahun ke atas, ada sesuatu untuk semua orang dalam sejarah film,” kata Joko. “Anda ingin sebuah film untuk keluarga untuk bekerja bersama, tetapi jangan membawa anak-anak kecil, karena bahkan menonton penuh konsentrasi,” lanjut Joko.

Secara keseluruhan, kata Joko, meskipun cerita Gundala berkisar pada komik asli yang diterbitkan sejak 1962, Joko masih mengandung unsur-unsur masa kini. “Dengan mengadaptasi komik ke layar tambahan, kami mencoba membuat sesuatu yang dapat dihargai publik sekarang, itu harus berempati, tapi kami masih mengambil esensi dan pikiran,” kata Joko. Banyak anggota kru terlibat dalam film-film Gundala. Joko mengatakan ada 1.000 anggota kru lain yang terlibat dalam film tersebut, yang dimainkan oleh sang seniman sebagai Abimana Aryasatya. “Kami menembak di 70 lokasi di Jakarta, Purwakarta, dan Cilegon,” kata Joko. Gundala Putra Petir adalah pahlawan kartunis asli Indonesia yang lahir pada tahun 1962, Harya Suryaminata atau Hasmi. Gundala yang identik mengenakan kostum ungu dengan topeng dengan ornamen sayap di telinga kiri dan kanan. Film Gundala harus ditayangkan pada tanggal 29 Agustus 2019 di Kinonetz Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *